Rabu, 01 Agustus 2012

tugas k-2


Pengalaman Praktik KDPK di RSUD Tugu Rejo Semarang



Pertama kali aQ datang ke RSUD Tugu Rejo Semarang,aQ merasa nerves, takut,minder akan situasi di Rumah sakit.Hari pertama setelah penyerahan aQ langsung mendapatkan sift pagi.Setelah aQ tahu kalo mendapatkan sift pagi rasanya tidak percaya,syok,kaget karena belum tahu harus bertindak dan melakukan apa saja selama dinas.
Setelah hari ke-2 aQ sudah tahu tindakan apa saja yang harus dilakukan selama sift,memang di minggu-minggu awal aQ masih kurang percaya diri karena masih takut akan situasi dan kondisi di Rumah sakit.tetapi pada minggu ke-2 aQ sudah terbiasa dan sudah bisa bersosialisasi baik dengan lingkungan,perawat-perawat,CI, teman-teman praktikan dari institusi lain,maupun dengan pasien-pasien beserta kluarganya.
Pada suatu hari ketika aQ mendapatkan sift malam,aQ melakukan injeksi kesemua pasien,ada salah satu pasien remaja bernama Nizar Bagus Rahardiyanto umur 20th dengan diagnosa Fr.Remur sinistra karena kecelakaan.orangnya manis,imut,ramah,tp sedikit pemalu,dy mengingatkan aQ kepada sosok seseorang yang dulu pernah ada dalam kehidupan Qu dulu.
Waktu demi waktu berjalan,ketika aQ sedang melakukan tindakan TTV ke ruang-ruang pasien salah satunya adalah ruangan Nizar,aQ di tanya keluarganya.”praktikan dari mana mb?”. Dari Akbid Pemkab Kudus bu. “jauh ya mb, dari kudus bisa praktik sampe semarang?”. Hehe iya bu,ini sudah tugas dari akademi. “oo.... si mbk nya cantik ya,sudah punya pacar belum mb?, pasti sudah ya?” hehe trimakasih bu.. kemudian aQ langsung pamit keluar membuka pintu sambil tersenyum-tersenyum sendiri.
Ada juga aQ mendapatkan salah satu pasien yang cukup mengenang dan terkeneng selalu. Beliau bernama Ny.Rubi'ah umur 73th berdiagnosa Ambien. Beliau orangnya sudah pikun,maklum karena memang sudah lanjut usia. Setiap kali beliau di visit dokter atau di beri injeksi oleh perawat atau praktikan,pasti yang ditanyakan adalah kapan saya pulang dok? Saya ingin segera pulang saja,saya sudah sembuh.pasti beliau berkata seperti itu teruz. Yang paling menghebohkan adalah ketika beliau melakukan hal-hal yang tidak sewajarnya seorang pasien, pasti pasien-pasien tetangganya merasa terganggu karena sikap dan ulah beliau.bahkan anaknya pun yang menjaga beliau merasa sudah capek,lelah menghadapi sifat dan tingkahnya.maklum,merawat orang lanjut usia memang harus extra sabar.pada suatu hari ketika beliau akan menjali Operasi,kebetulan yang mendapatkan sift pagi adalah aQ. Yang disuruh mengantar ke ruang Operasi adalah aQ dengan 2 orang perawatnya,ketika sudah sampai di ruang Operasi,Ny Rubiah sudah dipindahkan bad nya kemudain dmasukan keruang Operasi. Stelah beberapa waktu kemudian ketika aQ dan 2 orang perawat yang mengantarkannya tadi baru saja sampai di ruangan,tiba-tiba ada telpon dari ruang Operasi yang memberi kabar bahwapasien yang bernama Ny tidak jadi Operasi karena beliau tidak bisa di anamnese dan berteriak minta ingin segera pulang saja kerumah karena beliau merasa sudah sembuh. Setelah itu aQ dan 2 orang perawat tadi mengambilnya lagi keruang operasi,setelah sampai diruangan lagi keluarga si pasien menemui keruang perawat bahwa Ny rubi'ah akan dibawa pulang kerumah saja karena sudah tidak bisa d atasi lagi,jd keluarga pasien meminta agar pasien di ijinkan pulang saja.
Ketika hari terakhir aQ diruang flamboyan aQ mendapatkan sift siang,di waktu-waktu sela aQ keruangan pasien-pasien bertujuan untuk menghibur sekalian berpamitan karena hari esoknya aQ sudah harus pindah ruangan ke ruang amarilis 1.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar